Senin, 30 Mei 2011

you. yes it's all your fault!

Dan bener ternyata.
Aku hancur lagi hari ini. Aku ga tau lagi mau lari kemana.
Aku gatau siapa lagi yang mau mendengarkan keluh kesahku, dan memberikan kelembutan tangannya untuk sekedar mengusap punggungku agar aku tetap kuat.
Tapi kali ini aku hanya diam. Diam di kamar, dengan wajah yang sangat memprihatinkan, dengan hati yang hancur lebur. Aku buta tuli. Aku ga tau mau kemana aku ingin berbagi rasa ini. Tapi yang aku sadari baha ‘mereka’ yang ada di sekitarku sudah  mulai bosan. Karena lagi lagi dia, orang yang sama. Orang yang mampu membuatku seakan gak berharga sama sekali.
Dadaku berasa jebol.
Jujur, aku rapuh. Aku sangat sangat rapuh.
Tapi mungkin entah memang aku mempunyai antibody yang terkontrol dengan sendirinya,
Bahkan aku bisa tersenyum seperti orang gila di saat aku bener bener jatuh ke tanah.
Seperti sekarang.
Melihatnya kuat menjalani hidup seperti biasa.
Mungkin aku melihat lumayan banyak perubahan sejak aku tak lagi di sampingnya.
Tapi jujur.
Aku ingin ngeliat dia terpuruk ke tanah,
Seperti seonggok sampah yang gak berharga seperti aku sekarang.
Aku benci saat dia bahagia. Saat dia tertawa. Saat dia merasa berarti.
Tapi BUKAN karena AKU. Tapi karena DIA yang lain.
Aku BENCI ketika kamu tertawa dan tersenyum malu malu BUKAN karena AKU.
Aku BENCI karena BUKAN AKU yang ngeBAHAGIAIN KAMU!
Aku BENCI aku tetap hancur berantakan kyk gini selagi kamu bahagia sama orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar